Apa Perbedaan Sempol dan Pentol? Ini Penjelasan Lengkapnya
Di dunia jajanan tradisional Indonesia, ada begitu banyak makanan ringan yang sekilas tampak mirip, tetapi sebenarnya berbeda. Dua di antaranya yang sering membuat orang bingung adalah sempol dan pentol. Keduanya sama-sama berbentuk bulat, sama-sama dijual oleh pedagang kaki lima, dan sama-sama disukai banyak orang. Namun, jika diperhatikan lebih jauh, ternyata ada beberapa perbedaan mendasar antara sempol dan pentol.
Lalu sebenarnya, apa perbedaan sempol dan pentol? Pada artikel kali ini, kita akan membahasnya secara lengkap mulai dari bahan, cara pembuatan, rasa, hingga cara penyajiannya.
Mengenal Sempol dan Pentol Secara Umum
Sebelum membahas perbedaannya, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu sempol dan apa itu pentol.
Sempol adalah jajanan khas Jawa Timur yang biasanya terbuat dari campuran daging ayam, tepung tapioka, dan bumbu-bumbu. Adonan sempol dibentuk lonjong memanjang pada tusuk sate, kemudian dilapisi telur dan digoreng hingga matang.
Sementara itu, pentol adalah jajanan yang lebih sederhana, terbuat dari adonan tepung tapioka yang dicampur sedikit daging atau bahkan tanpa daging sama sekali. Pentol umumnya berbentuk bulat kecil dan dimasak dengan cara direbus.
Dari penjelasan singkat ini saja sebenarnya sudah terlihat bahwa sempol dan pentol memang memiliki karakteristik yang berbeda.
Perbedaan dari Segi Bahan Utama
Perbedaan pertama dan paling mendasar antara sempol dan pentol terletak pada bahan utamanya.
Sempol biasanya menggunakan bahan dasar daging ayam giling yang dicampur dengan tepung tapioka, telur, bawang putih, dan berbagai bumbu lainnya. Karena kandungan dagingnya cukup banyak, rasa sempol cenderung lebih gurih dan kaya.
Sebaliknya, pentol lebih dominan menggunakan tepung tapioka sebagai bahan utama. Beberapa penjual memang menambahkan sedikit daging sapi atau ayam, tetapi jumlahnya tidak sebanyak pada sempol. Bahkan banyak pentol yang dibuat hanya dari campuran tepung dan bumbu saja.
Inilah alasan mengapa tekstur pentol biasanya lebih kenyal dan terasa lebih “tepung”, sedangkan sempol terasa lebih padat dan gurih.
Perbedaan Bentuk dan Tampilan
Jika dilihat dari bentuknya, sempol dan pentol juga sangat mudah dibedakan.
Sempol hampir selalu disajikan dalam bentuk memanjang seperti sate, karena adonannya ditusukkan pada tusuk bambu sebelum dimasak. Bentuknya lonjong dan ukurannya relatif lebih besar.
Sementara itu, pentol berbentuk bulat kecil-kecil seperti bakso mini. Pentol biasanya disajikan tanpa tusuk sate, meskipun ada juga pedagang yang menjualnya dengan tusukan agar lebih mudah dimakan.
Dari segi tampilan saja, orang sebenarnya sudah bisa langsung membedakan mana sempol dan mana pentol.
Perbedaan Cara Memasak
Perbedaan berikutnya terletak pada cara memasaknya.
Sempol pada umumnya dimasak dengan cara digoreng. Setelah adonan sempol dibentuk dan ditusuk, sempol akan dicelupkan ke dalam kocokan telur, lalu digoreng hingga berwarna kuning kecokelatan.
Proses penggorengan inilah yang membuat sempol memiliki tekstur luar yang renyah dan bagian dalam yang lembut.
Berbeda dengan sempol, pentol biasanya dimasak dengan cara direbus. Adonan pentol dimasukkan ke dalam air mendidih hingga matang dan mengapung, mirip seperti proses memasak bakso.
Karena dimasak dengan cara direbus, pentol tidak memiliki tekstur renyah seperti sempol. Teksturnya lebih kenyal dan lembut.
Perbedaan Tekstur
Tekstur menjadi salah satu faktor yang paling membedakan sempol dan pentol.
Sempol memiliki tekstur yang lebih padat dan sedikit kasar karena kandungan dagingnya lebih banyak. Bagian luarnya terasa renyah akibat proses penggorengan dengan lapisan telur.
Sedangkan pentol memiliki tekstur yang lebih kenyal, elastis, dan cenderung lembut. Hal ini disebabkan oleh dominasi tepung tapioka dalam adonannya.
Bagi orang yang menyukai makanan gurih dengan rasa daging yang kuat, sempol biasanya lebih disukai. Namun bagi yang menyukai jajanan ringan dengan tekstur kenyal, pentol menjadi pilihan favorit.
Perbedaan Rasa
Dari segi rasa, sempol dan pentol juga memiliki karakter yang berbeda.
Rasa sempol lebih kaya dan gurih karena terbuat dari campuran daging ayam, telur, dan bumbu yang cukup lengkap. Selain itu, proses penggorengan juga membuat aroma sempol menjadi lebih harum dan menggugah selera.
Pentol memiliki rasa yang lebih sederhana. Jika tidak ditambahkan daging, rasa pentol cenderung lebih tawar dan mengandalkan bumbu pelengkap seperti saus atau sambal agar lebih nikmat.
Oleh karena itu, banyak orang merasa bahwa sempol lebih “berasa”, sementara pentol lebih netral dan ringan.
Perbedaan Cara Penyajian
Sempol dan pentol juga berbeda dalam hal penyajian.
Sempol biasanya disajikan dengan saus sambal, saus tomat, atau mayones. Karena sudah memiliki rasa gurih dari daging, sempol sebenarnya tetap enak meskipun hanya dimakan tanpa bumbu tambahan.
Pentol hampir selalu disajikan dengan pelengkap seperti saus kacang, saus sambal, kecap manis, atau kuah pedas. Tanpa bumbu pelengkap, pentol akan terasa kurang nikmat.
Banyak pedagang pentol yang menjualnya bersama tahu, siomay mini, atau gorengan lain agar lebih bervariasi.
Perbedaan Asal Daerah
Sempol dan pentol juga memiliki latar belakang daerah asal yang berbeda.
Sempol dikenal sebagai jajanan khas Jawa Timur, terutama populer di daerah Malang dan sekitarnya. Nama “sempol” sendiri diambil dari sebuah daerah bernama Sempol di Kabupaten Malang.
Sementara itu, pentol lebih dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pentol sering dianggap sebagai versi sederhana dari bakso, tetapi dijual sebagai jajanan kaki lima.
Perbedaan Harga
Dari segi harga, pentol biasanya lebih murah dibandingkan sempol.
Hal ini wajar karena bahan baku pentol lebih sederhana dan tidak membutuhkan banyak daging. Sempol yang menggunakan daging ayam dan telur tentu membutuhkan biaya produksi lebih besar.
Namun perbedaan harga ini tidak terlalu jauh, karena keduanya sama-sama termasuk jajanan rakyat yang terjangkau.
Mana yang Lebih Enak?
Pertanyaan yang sering muncul adalah, mana yang lebih enak antara sempol dan pentol?
Jawabannya tentu kembali pada selera masing-masing. Jika Anda menyukai jajanan yang gurih, padat, dan memiliki cita rasa daging yang kuat, maka sempol mungkin lebih cocok untuk Anda.
Namun jika Anda lebih menyukai jajanan ringan dengan tekstur kenyal dan bumbu yang bisa disesuaikan, pentol bisa menjadi pilihan terbaik.
Keduanya sama-sama lezat dan memiliki penggemarnya masing-masing.
Kesimpulan
Jadi, apa perbedaan sempol dan pentol?
Secara garis besar, perbedaan utama keduanya terletak pada bahan, cara memasak, bentuk, tekstur, dan rasanya. Sempol terbuat dari campuran daging ayam dan tepung, berbentuk memanjang, dimasak dengan cara digoreng, serta memiliki rasa gurih yang kuat. Sedangkan pentol lebih dominan menggunakan tepung, berbentuk bulat, dimasak dengan cara direbus, dan memiliki tekstur yang lebih kenyal.
Meskipun berbeda, sempol dan pentol sama-sama merupakan jajanan khas Indonesia yang sangat digemari. Keduanya mudah ditemukan di pinggir jalan, harganya terjangkau, dan cocok dinikmati kapan saja.
Setelah membaca artikel ini, semoga Anda tidak lagi bingung membedakan antara sempol dan pentol. Kini Anda bisa lebih memahami karakteristik masing-masing jajanan dan memilih mana yang paling sesuai dengan selera Anda.
Selamat menikmati sempol dan pentol favorit Anda!